16 chapter
BURUH PETANI
Senja mulai turun di Desa Kalimati. Cahaya matahari yang sejak siang menyengat kepala para petani perlahan berubah menjadi warna keemasan dari barat. Dari lereng gunung, air mengalir deras menuju persawahan warga melalui saluran irigasi yang membelah dua desa kalimati dengan desa kali Rahayu. Suara gemericik air berpadu dengan suara burung yang mulai kembali ke sarangnya. Angin sore berembus pelan, membawa aroma tanah basah, rumput, dan entah kenapa sedikit bau ikan asin dari rumah warga di kejauhan. Itu membuat isi perut yang kosong berbunyi. Namun, di tengah suasana damai itu, terdengar suara seorang pemuda yang sama sekali tidak damai. "Haduh... haduh... haduh!" Seorang pemuda berkulit sawo matang, bertubuh cukup tegap, dan wajah lumayan tampan sedang berdiri di dalam saluran irigasi dengan celana digulung sampai lutut. Namanya Revan.
Daftar Chapter
Novel populer lainnya
Lihat semua
NovelBejo sang Penakluk
NovelRaja Dunia Bela Diri!
NovelLove Me, Hate Me
NovelMy Gangster Lover|माय गैंगस्टर लवर |Author-Gopal singh Panwar
NovelA and D
NovelSemua Tentang Reno
NovelRanjang Panas Ayah Sahabatku
NovelLove Is A Prison
NovelKiraye Ka Pyaar | किराए का प्यार | Author - Teller of Tales
NovelUnrepentant